Hmmm...indah rasanya ketika aku berjalan menuju pusara ibu bersama seseorang. Seseorang yang hampir mendekati sempurna di mata ibu dan memenuhi semua syarat yang ibu harapkan sebelum beliau meninggal. Semua syarat yang belum bisa aku penuhi ketika dulu ibu mengharapkan aku mewujudkannya. Tertunduk haru aku di kaki pusaranya, menghamburkan segala isak tangis yang tak dapat aku tahan lagi. Bukan tangisan kesedihan seperti yang dulu2, tapi sebuah tangisan lain, tangisan yang indah...
Aku tau, ibu berada disana, tersenyum memandangku. Andai saja aku dapat memeluknya, bersujud di kakinya, melihat beliau tersenyum dalam tangis harunya...mungkin kebahagiaan ini akan terasa lebih sempurna. Hanya saja, aku harus tetap berpihak pada kenyataan. Hanya doa yang bisa kuselipkan di sela isak tangisku.
Yah...aku kini memiliki kehidupan baru, orang-orang baru yang harus aku kenali, keluarga baru, bapak, ibu, mas, mbak, keponakan yang lucu2....dag dig dug rasanya ketika aku harus berhadapan dengan mereka. Ada ketakutan berkecamuk dalam hatiku. Jangan-jangan aku ditolak, jangan-jangan aku nggak direstui, jangan-jangan aku dicuekin, jangan-jangan...jangan-jangan...jangan-jangan...
Ahhh...itu hanya karena aku yang terlalu paranoid kali???!!! Nyatanya aku diterima dengan baik dan menyenangkan banget berada di tengah2 mereka. Alhamdulillah...lega rasanya.
Betapa indah hidup ini... Tapi selalu, tak ada yang sempurna di dunia. Selalu saja ada orang lain yang mengganggu, mengurangi keindahannya. Tapi tak mengapa, aku anggap itu sebagai ujian yang akan memper-erat hubungan ini. Akan aku jaga hati ini dari godaan-godaan itu. Kar'na aku telah temukan apa yang selama ini aku cari...
Kamis, Juni 18, 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)


0 komentar:
Poskan Komentar