Seminggu yang lalu, untuk terakhir kalinya...aku ketemuan sama dia. Seseorang dari masa laluku yang dulu pernah jadi bagian dalam hidupku. Tak seberapa lama aku bersua dengannya. Bagiku, tak lebih dari sekedar mmemberikan bingkisan kecil di H-1 pernikahannya. Tapi entah bagi dia... Mungkin dia masih berharap di pertemuan terakhir itu aku masih berkenan mengucapkan kata2 yang diharapkannya...
Seminggu yang lalu...dia duduk di depan penghulu, mengucapkan sebuah ikrar "saya terima nikahnya...dengan mas kawin...dibayar tunai". Sebuah ikrar atas nama Allah. Terlintas dalam pikirku, bagaimana jika namaku yang mengisi titik-titik itu. Akankah aku bahagia bersamanya...??? Akankah dia bahagia bersamaku..??? Ahh...tak taulah... Yang aku harapkan, kini dia bahagia bersama pasangan jiwanya.
Seminggu yang lalu...aku menangis tanpa tau sebabnya. Ikhlas aku lepaskan dia, tapi jauh di lubuk hati ini ada rasa terkhianati, meski aku yang lebih dulu meninggalkan dia. Entahlah...
Setangkup do'a aku panjatkan untuk nya, agar dia selalu bahagia disana dengan kehidupan barunya. Seiring dengan laju kereta yang membawaku kembali ke kotaku, aku menangis... sebuah tangisan bahagia...
Dalam senja aku termenung, melangkahkan kembali kaki-kaki kecilku yang rapuh. Tertatih, menatap hari esok yang akan menghampiriku, menghimpun secercah asa. Dan disana, seseorang telah menantiku, dengan sepasang mata teduh, sebuah pelukan hangat, kasih sayang dan perhatiannya yang seolah tiada berbatas.
And life must go on....
Senin, Maret 30, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


4 komentar:
dan cerita tentang sekeping hati di bumi merapi berakhir sudahhhhh
cerita tentang sekeping hati di bumi merapi berakhir sudahhh...
sekeping hati di bumi merapi berakhir sudah....
Posting Komentar