Senin, Januari 12, 2009

Tentang Ikhlas

Istri yang engkau nikahi tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setakwa Aisyah, tidaklah setabah Fathimah
Justru istri hanyalah wanita akhir jaman
Yang mempunyai cita-cita menjadi shalihah
Karena memiliki istri yang tidak sehebat siapapun
Justru kamu akan tersentak dari alpa

Kamu bukanlah Rasulullah
Pun bukan Ali Bin Abi Thalib
Kamu hanyalah suami akhir jaman
Yang berusaha soleh

Terbersit sedikit ketakutan untuk menikah saat aku membaca dan mencoba memahami rangkaian kalimat diatas. Aku takut, lebih tepatnya belum merasa siap lahir batin untuk menjadi istri, dengan segala tanggung jawabnya. Terlebih lagi aku harus mikir kebutuhan hidup, melayani suami, ikhlas menerima semua kekurangannya, meredam amarah ku yang menggebu-gebu, bla...bla...bla...

Huhh...kenapa aku jadi paraniod gini ya... Padahal 2-3 tahun kemaren aku berpikir pengen cepat-cepat nikah. Apakah itu hanya gejolak kawula muda saja... Sedangkan kini semakin tua aku semakin takut untuk menuju ke arah itu. Apakah ini syndrom wanita yang bekerja...??? Apakah ini juga yang dirasakan oleh mereka para wanita karier yang biasanya belum juga menikah demi mengejar karier hingga mereka disebut "Perawan Tua"???? Apakah tujuan menikah hanya karena takut dijuluki Perawan Tua???

Ya..ya...ya..sungguh tidak adil pola pikir masyarakat kita terhadap Wanita. Ketika seorang pria berumur belum juga menikah, tidak ada justifikasi negatif terhadap mereka. Tapi ketika wanita berumur belum juga menikah...bisa dipastikan jadi bahan rumpian ibu-ibu PKK.

Bukankah menikah itu juga butuh "timing" yang tepat, yaitu ketika kita sudah menemukan seseorang yang "Klik", yang disebut JODOH....??!!!!!

1 komentar:

dewinamaharweni mengatakan...

bagaimana kalau kita pindah saja ke negara sebelah which is called Amerika. Buset, negara itu benar-benar menjadikan pernikahan sebuah pilihan dan bukan tuntutan hidup karena takut dirasani (dibicarakan,red)oleh orang lain.
ngomong soal menikah hari ini membuatku....sebel...hehehe.

Poskan Komentar