Rabu, Januari 07, 2009

Rinduku Pada Ibunda...

Baru saja, aku terima sms dari sahabatku yang curhat sama aku, kangen almarhumah ibunya. Sesaat aku terdiam. Kalo biasanya tiap dia curhat apapun masalahnya, aku selalu berusaha untuk memberikan advice atau sekedar wejangan2 singkat untuk menenangkan hatinya. Tapi kalo dia curhat tentang kerinduannya pada ibunya, serasa aku kehilangan "kata2 gombal" untuk menghiburnya. Secara tadi malam akupun "mbrebes mili" karena kangen ibuku.

Tanpa terasa 3 tahun 4 bulan sudah ibuku meninggalkanku, menemui "Sang Maha". Saat itu tak setetes pun air mata membasahi pipiku. Entah...mungkin aku ikhlas melepas kepergiannya. Mungkin itu jalan yang terbaik untuknya, daripada harus menahan rasa sakitnya yang semakin akut.

Setahun lebih ibuku sakit. Dan selama itu juga aku merawatnya. Melihatnya muntah darah, berak darah, perut membuncit penuh dengan cairan yang aku sendiri tak tau dari mana asalnya. Ya...aku memang orang awam yang tak mengerti tentang kedokteran. Yang aku tau, ibuku tidak dalam kondisi baik-baik saja. Aku tau, aku pernah membuat ibuku kecewa, mungkin memperparah kondisinya hingga di akhir hayatnya.

Mungkin karena itu juga aku tak diijinkannya untuk mendampinginya saat beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Andai aku tau sore itu ibuku akan meninggal, mungkin waktu itu aku tidak akan meninggalkan rumah sakit dan pulang ke rumah. Akan aku tunggui dia hingga detik-detik terakhirnya. Sangat menyesakkan...aku yang setahun lebih merawatnya, tapi tidak bisa mengantarnya ketika maut menjemputnya. Apakah ibuku tidak menghendaki aku mendampinginya, atau kah dia tidak ingin aku sedih melihat kepergiannya...??? Entahlah... yang pasti aku berharap ibuku sudah tenang disana, disisi-Nya...

Ibu...satu hal yang aku sesalkan adalah aku belum sempat membahagiakanmu, membelikanmu barang-barang yang kau sukai, belum sempat melihat kami anak-anakmu berhasil. Padahal kau telah menghabiskan hidupmu untuk merawat aku dan mas tuhu, bekerja keras agar kami dapat kuliah dan menjadi "Orang". Kini saat kau tinggal memetik hasilnya, kau malah pergi mendahului kami.

Ya...ya...ya...meninggalkan dan ditinggalkan adalah suatu hal yang pasti, it's just the matter of time. Akan aku ingat selalu pesan terakhirmu Ibu... Meski aku tidak tiap minggu berziarah ke makammu, tapi yang pasti kau selalu bersemayam disini, di hatiku...

1 komentar:

dewinamaharweni mengatakan...

jadi pingin nyanyi lagunya mocca "hanya satu pintaku tuk memandang langit biru dibawah pangkuan seorang ibu...(I miss you mom)

Posting Komentar