Rabu, Januari 07, 2009

Resolusi 2009

Rasanya belum terlambat kalo aku menuliskan resolusiku di tahun 2009 ini. Secara, baru 1 minggu ini, masih anget-angetnya. Well, kita flashback dulu apa yang terjadi di 2008. Banyak sekali hal yang terjadi di tahun 2008 yang membuat perubahan besar dalam hidupku.

Ya...konflik batin yang terjadi dalam diriku membuat aku memberontak, hingga memutuskan untuk hidup mandiri. Di kamar kos yang awalnya hanya berukuran 3 x 3 meter, mau mandi saja harus ngantri, makan harus cari sendiri, nyuci-setrika baju sendiri, sakit dirasakan sendiri, kasur yang rasanya nggak ada empuk-empuknya, dan langit-langit lamar yang tidak ada plafon nya. Sungguh kontras dengan keadaanku di rumah yang serba ada, spring bed yang empuk, pembantu yang siap cuci-setrika bajuku tiap saat, mau makan tinggal ke ruang makan, dan kamar yang berplafon.

Sempat aku geli dengan diriku sendiri. Saat itu hari pertamaku di kos. Pagi jam 8 aku bersiap untuk mandi dan berangkat kerja. Aku dengar kamar sebelah udah pada ribut rebutan mandi. Aku yang biasanya dirumah punya kamar mandi yang aku pakai sendiri, santai-santai aja waktu mau mandi, belum tau gimana kondisi kos. Dikos sangat kontras, hanya ada 2 kamar mandi, itupun dipakai untuk 14 kamar penghuninya. Sebagai "anak baru" di kos aku juga ga berani menyerobot para "senior". Aku menunggu sampai beberapa waktu sampai mepet jam kerjaku. Wal hasil...aku berangkat kerja tanpa mandi !!! Huehehehe...apa boleh buat... dari pada aku kena SP gara-gara terlambat absen, toh juga ga ada yang tau aku ga mandi hari itu... Itulah pertama kali dalam hidupku aku ga mandi sebelum berangkat kerja. Dan keesokannya, untuk pertama kalinya juga aku mandi jam 5 pagi...dari pada ga mandi lagi kaya kemaren nya.

Yah...itu tadi segelintir kekonyolan yang pernah aku alami. Tapi aku sekarang pindah ke kos yang lebih luas, lebih nyaman, lebih enak, dan pastinya lebih mahal. Uhf...pusing juga mikir bayar kos. Tapi ga apa-apa lah...aku rasa itu harga sebuah kenyamanan. Ya...ketika kita sudah tidak merasa nyaman di suatu tempat, pasti kita akan mencari sesuatu yang lebih nyaman sekalipun itu mahal dan harus berpusing-pusing menyisakan uang lebih banyak hanya untuk bayar kos.

Hal yang tidak tercapai di 2008 aku harap bisa tercapai di tahun ini. Sejak aku umur 20 tahun, aku berharap bisa nikah di tgl 8 agustus 2008. Karena selain tanggal cantik, tapi juga buat aku memiliki filosofi yang bagus...080808 angka yang tak pernah putus, begitu juga harapan setiap orang dalam pernikahannya. Tapi nyatanya target itu belum bisa tercapai, jadi ya harus nunggu.

Well...resolusi 2009....

Ga muluk-muluk...aku pengen bisa nabung. Hmmm...mungkin harapanku untuk menikah tahun ini aku kendorkan. Mungkin lebih baik aku nabung dulu kali ya...untuk biaya nikah di tahun 2010. Tapi kalo aku dipertemukan dengan jodohku dan harus maried tahun ini, ya...yuuukkkk aja!!! Tahun ini aku juga berharap karierku meningkat. Pengennya sih jadi PNS. Tapi karena kemarin gagal ikut CPNS, ya udah berharap tahun ini bisa lolos. At least, di tempat kerjaku sekarang udah lumayanlah...aku juga udah diangkat karyawan tetap meski kadang agak ketir-ketir juga. Let it flow lah...

Tahun ini juga aku pengen bisa memperbaiki hubunganku dengan keluarga. Mungkin tahun kemaren penuh dengan konflik, aku harap tahun ini aku bisa lebih bersahabat dengan babe dan istrinya. Hihi...mungkin sedikit geli mendengar kata "istrinya bapak". Yah...lagi-lagi egoku terlalu besar untuk memanggilnya "ibu" atau paling tidak "ibu tiri". Tidak ada yang salah dengan "istrinya bapak" itu. Dia baik dan jauh dari kesan sadis yang selama ini di kisahkan di sinetron-sinetron itu. Hanya saja aku sampai detik ini belum bisa menerima dia sebagai ibuku, meski hanya ibu tiri. Yang bisa aku terima hanyalah...dia istri bapakku...

Tapi aku tau, tak ada kata terlambat untuk memulai suatu hubungan yang baik. Yah...moga di tahun ini aku bisa mewujudkan resolusiku....

0 komentar:

Posting Komentar