Selasa, Januari 20, 2009

It's a suck day !!!

Huuhhhh...it's a suck day!!! Udah kerjaan banyak, order mendadak butuh cepet, temen kerja ga kooperatif, diomelin, ada yang maksa2 janjian, tambah lagi ada temen yang super rese'2 ga penting gitu...capek dehhh...
Tapi ya... itulah hidup, yang nggak bisa diduga up & down nya. Hanya bisa dijalani, dengan senyuman...meski amarah rasanya sudah sampai di ubun-ubun...

Kamis, Januari 15, 2009

Jogjaholic, sekeping hati di bumi Merapi

"Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat.."


Kangen banget rasanya, pengen ke jogja. Mungkin udah 6 bulan lebih aku nggak kesana. Serasa ada suatu perasaan yang bergejolak menuntunku kesana. Ya...jogjakarta...kota yang penuh kenangan dalam hidupku. Betapa aku pernah merindukan seseorang yang ada disana,sekeping hati dibumi Merapi. Namun akhirnya harus aku tinggalkan dia karena perbedaan. Bukan karena perbedaan keyakinan, atau perbedaan status. Tapi karena perbedaan prinsip dan pemikiran.

Apa dan siapapun dia, aku tau dia masih sangat menginginkan ku kembali. Amarahnya ketika aku ceritakan tentang kekasihku sekarang, menunjukkan bahwa dia masih sangat menyayangiku. Tapi bagaimanapun juga, aku tak mungkin kembali padanya, dan dia bisa pahami itu...

Hanya saja kerinduan ini selalu hadir disela nafasku. Bukan lagi rindu padanya. Tapi rindu pada kenangan-kenanganku, pertama kalinya aku merasakan hidup di kos, merasakan susahnya cari uang, panas dan peluh aku rasakan, tangisanku yang meng-anak sungai di sepanjang perjalanan Jogja - Solo. Disana...ya...diatas sebuah kereta yang bernama PRAMEX. Juga kerinduanku pada nafas kota Jogja yang tak pernah mati.

Andai aku bisa menghabiskan waktu semalam saja disana, hanya untuk mengais sisa-sisa kenanganku, menelusuri jalan-jalan berdebu, diantara lampu-lampu kota Malioboro, makan di warung hick, naik Cobutri dari Wirobrajan ke Pasar Kembang, yang kemudian disambung dengan PRAMEX ke Solo...

Uhf...sesak di dada..!!!

Rabu, Januari 14, 2009

Kampusku, Kenanganku

Barusan pulang dari event kantor. Tak seperti biasanya event bertempat di lokasi yang tidak aku kenal. Tapi tadi, event di FISIP UNS, tempat dimana aku pernah habiskan waktuku selama 5 tahun disana untuk menimba ilmu dan segala suka-duka jadi anak kampus.

Kebetulan aku ketemu 2 orang temanku. Yang satunya baru akan memulai skripsi. Oh my god...!!! Helllllllooooooo....hari gini baru mau ngerjain skripsi...??? It's so last year...!! November 2005 aku sudah memulai skripsiku, sedangkan temanku...entahlah...apa hidup mereka terlalu santai kali ya...

Skripsiku waktu itu juga nggak semulus yang dibayangkan. Sempat bentrok sama dosen, yang akhirnya aku harus ganti ke dosen yang lain. Yah...dari pada aku harus ganti judul skripsi yang udah aku kerjakan sampai bab III, mendingan ganti dosen ajah...

Kalo dipikir-pikir, aku juga bukan mahasiswa brilian yang punya IP cumlaude. Bukan juga aktifis kampus yang gaul ikut UKM sana-sini. Saat itupun aku tak tau bagaimana harus memulai skripsi, buang2 waktu cuma untuk nunggu konsultasi dengan dosen, bahkan harus nangis2 ketika skripsiku "dibantai" pembimbingku. Tapi toh semua itu bisa terlewati, karena hanya ada satu hal yang bernama NIAT.

Yah...mungkin karena niat itu juga yang akhirnya membuatku bisa lulus duluan daripada teman-teman seangkatanku, meski akhirnya sempat nganggur 9 bulan juga. Hehe...
Niat itupun tumbuh karena adanya suatu dorongan, keinginan yang muncul atas harapan terakhir ibuku sebelum menemui ajalnya. Saat kondisinya kritis, dia sempat berkata padaku "Moga ibu bisa datang saat kamu wisuda September tahun depan ya dik..."

Dari situ aku berjanji akan mewujudkan harapan terakhir ibuku. Meski beliau tak mendampingiku saat wisuda, tapi aku yakin dia tersenyum ketika melihatku "Memakai baju toga"....

Senin, Januari 12, 2009

Tentang Ikhlas

Istri yang engkau nikahi tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setakwa Aisyah, tidaklah setabah Fathimah
Justru istri hanyalah wanita akhir jaman
Yang mempunyai cita-cita menjadi shalihah
Karena memiliki istri yang tidak sehebat siapapun
Justru kamu akan tersentak dari alpa

Kamu bukanlah Rasulullah
Pun bukan Ali Bin Abi Thalib
Kamu hanyalah suami akhir jaman
Yang berusaha soleh

Terbersit sedikit ketakutan untuk menikah saat aku membaca dan mencoba memahami rangkaian kalimat diatas. Aku takut, lebih tepatnya belum merasa siap lahir batin untuk menjadi istri, dengan segala tanggung jawabnya. Terlebih lagi aku harus mikir kebutuhan hidup, melayani suami, ikhlas menerima semua kekurangannya, meredam amarah ku yang menggebu-gebu, bla...bla...bla...

Huhh...kenapa aku jadi paraniod gini ya... Padahal 2-3 tahun kemaren aku berpikir pengen cepat-cepat nikah. Apakah itu hanya gejolak kawula muda saja... Sedangkan kini semakin tua aku semakin takut untuk menuju ke arah itu. Apakah ini syndrom wanita yang bekerja...??? Apakah ini juga yang dirasakan oleh mereka para wanita karier yang biasanya belum juga menikah demi mengejar karier hingga mereka disebut "Perawan Tua"???? Apakah tujuan menikah hanya karena takut dijuluki Perawan Tua???

Ya..ya...ya..sungguh tidak adil pola pikir masyarakat kita terhadap Wanita. Ketika seorang pria berumur belum juga menikah, tidak ada justifikasi negatif terhadap mereka. Tapi ketika wanita berumur belum juga menikah...bisa dipastikan jadi bahan rumpian ibu-ibu PKK.

Bukankah menikah itu juga butuh "timing" yang tepat, yaitu ketika kita sudah menemukan seseorang yang "Klik", yang disebut JODOH....??!!!!!

Rabu, Januari 07, 2009

Rinduku Pada Ibunda...

Baru saja, aku terima sms dari sahabatku yang curhat sama aku, kangen almarhumah ibunya. Sesaat aku terdiam. Kalo biasanya tiap dia curhat apapun masalahnya, aku selalu berusaha untuk memberikan advice atau sekedar wejangan2 singkat untuk menenangkan hatinya. Tapi kalo dia curhat tentang kerinduannya pada ibunya, serasa aku kehilangan "kata2 gombal" untuk menghiburnya. Secara tadi malam akupun "mbrebes mili" karena kangen ibuku.

Tanpa terasa 3 tahun 4 bulan sudah ibuku meninggalkanku, menemui "Sang Maha". Saat itu tak setetes pun air mata membasahi pipiku. Entah...mungkin aku ikhlas melepas kepergiannya. Mungkin itu jalan yang terbaik untuknya, daripada harus menahan rasa sakitnya yang semakin akut.

Setahun lebih ibuku sakit. Dan selama itu juga aku merawatnya. Melihatnya muntah darah, berak darah, perut membuncit penuh dengan cairan yang aku sendiri tak tau dari mana asalnya. Ya...aku memang orang awam yang tak mengerti tentang kedokteran. Yang aku tau, ibuku tidak dalam kondisi baik-baik saja. Aku tau, aku pernah membuat ibuku kecewa, mungkin memperparah kondisinya hingga di akhir hayatnya.

Mungkin karena itu juga aku tak diijinkannya untuk mendampinginya saat beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Andai aku tau sore itu ibuku akan meninggal, mungkin waktu itu aku tidak akan meninggalkan rumah sakit dan pulang ke rumah. Akan aku tunggui dia hingga detik-detik terakhirnya. Sangat menyesakkan...aku yang setahun lebih merawatnya, tapi tidak bisa mengantarnya ketika maut menjemputnya. Apakah ibuku tidak menghendaki aku mendampinginya, atau kah dia tidak ingin aku sedih melihat kepergiannya...??? Entahlah... yang pasti aku berharap ibuku sudah tenang disana, disisi-Nya...

Ibu...satu hal yang aku sesalkan adalah aku belum sempat membahagiakanmu, membelikanmu barang-barang yang kau sukai, belum sempat melihat kami anak-anakmu berhasil. Padahal kau telah menghabiskan hidupmu untuk merawat aku dan mas tuhu, bekerja keras agar kami dapat kuliah dan menjadi "Orang". Kini saat kau tinggal memetik hasilnya, kau malah pergi mendahului kami.

Ya...ya...ya...meninggalkan dan ditinggalkan adalah suatu hal yang pasti, it's just the matter of time. Akan aku ingat selalu pesan terakhirmu Ibu... Meski aku tidak tiap minggu berziarah ke makammu, tapi yang pasti kau selalu bersemayam disini, di hatiku...

Rabu, Januari 07, 2009

Resolusi 2009

Rasanya belum terlambat kalo aku menuliskan resolusiku di tahun 2009 ini. Secara, baru 1 minggu ini, masih anget-angetnya. Well, kita flashback dulu apa yang terjadi di 2008. Banyak sekali hal yang terjadi di tahun 2008 yang membuat perubahan besar dalam hidupku.

Ya...konflik batin yang terjadi dalam diriku membuat aku memberontak, hingga memutuskan untuk hidup mandiri. Di kamar kos yang awalnya hanya berukuran 3 x 3 meter, mau mandi saja harus ngantri, makan harus cari sendiri, nyuci-setrika baju sendiri, sakit dirasakan sendiri, kasur yang rasanya nggak ada empuk-empuknya, dan langit-langit lamar yang tidak ada plafon nya. Sungguh kontras dengan keadaanku di rumah yang serba ada, spring bed yang empuk, pembantu yang siap cuci-setrika bajuku tiap saat, mau makan tinggal ke ruang makan, dan kamar yang berplafon.

Sempat aku geli dengan diriku sendiri. Saat itu hari pertamaku di kos. Pagi jam 8 aku bersiap untuk mandi dan berangkat kerja. Aku dengar kamar sebelah udah pada ribut rebutan mandi. Aku yang biasanya dirumah punya kamar mandi yang aku pakai sendiri, santai-santai aja waktu mau mandi, belum tau gimana kondisi kos. Dikos sangat kontras, hanya ada 2 kamar mandi, itupun dipakai untuk 14 kamar penghuninya. Sebagai "anak baru" di kos aku juga ga berani menyerobot para "senior". Aku menunggu sampai beberapa waktu sampai mepet jam kerjaku. Wal hasil...aku berangkat kerja tanpa mandi !!! Huehehehe...apa boleh buat... dari pada aku kena SP gara-gara terlambat absen, toh juga ga ada yang tau aku ga mandi hari itu... Itulah pertama kali dalam hidupku aku ga mandi sebelum berangkat kerja. Dan keesokannya, untuk pertama kalinya juga aku mandi jam 5 pagi...dari pada ga mandi lagi kaya kemaren nya.

Yah...itu tadi segelintir kekonyolan yang pernah aku alami. Tapi aku sekarang pindah ke kos yang lebih luas, lebih nyaman, lebih enak, dan pastinya lebih mahal. Uhf...pusing juga mikir bayar kos. Tapi ga apa-apa lah...aku rasa itu harga sebuah kenyamanan. Ya...ketika kita sudah tidak merasa nyaman di suatu tempat, pasti kita akan mencari sesuatu yang lebih nyaman sekalipun itu mahal dan harus berpusing-pusing menyisakan uang lebih banyak hanya untuk bayar kos.

Hal yang tidak tercapai di 2008 aku harap bisa tercapai di tahun ini. Sejak aku umur 20 tahun, aku berharap bisa nikah di tgl 8 agustus 2008. Karena selain tanggal cantik, tapi juga buat aku memiliki filosofi yang bagus...080808 angka yang tak pernah putus, begitu juga harapan setiap orang dalam pernikahannya. Tapi nyatanya target itu belum bisa tercapai, jadi ya harus nunggu.

Well...resolusi 2009....

Ga muluk-muluk...aku pengen bisa nabung. Hmmm...mungkin harapanku untuk menikah tahun ini aku kendorkan. Mungkin lebih baik aku nabung dulu kali ya...untuk biaya nikah di tahun 2010. Tapi kalo aku dipertemukan dengan jodohku dan harus maried tahun ini, ya...yuuukkkk aja!!! Tahun ini aku juga berharap karierku meningkat. Pengennya sih jadi PNS. Tapi karena kemarin gagal ikut CPNS, ya udah berharap tahun ini bisa lolos. At least, di tempat kerjaku sekarang udah lumayanlah...aku juga udah diangkat karyawan tetap meski kadang agak ketir-ketir juga. Let it flow lah...

Tahun ini juga aku pengen bisa memperbaiki hubunganku dengan keluarga. Mungkin tahun kemaren penuh dengan konflik, aku harap tahun ini aku bisa lebih bersahabat dengan babe dan istrinya. Hihi...mungkin sedikit geli mendengar kata "istrinya bapak". Yah...lagi-lagi egoku terlalu besar untuk memanggilnya "ibu" atau paling tidak "ibu tiri". Tidak ada yang salah dengan "istrinya bapak" itu. Dia baik dan jauh dari kesan sadis yang selama ini di kisahkan di sinetron-sinetron itu. Hanya saja aku sampai detik ini belum bisa menerima dia sebagai ibuku, meski hanya ibu tiri. Yang bisa aku terima hanyalah...dia istri bapakku...

Tapi aku tau, tak ada kata terlambat untuk memulai suatu hubungan yang baik. Yah...moga di tahun ini aku bisa mewujudkan resolusiku....

Selasa, Januari 06, 2009

Wellcome to Neefthyari's World...

Selamat datang di duniaku, dunia yang penuh liku, pengalaman pahit, manis, gelak tawa, kekonyolanku, hingga cucuran air mata...
Inilah duniaku, Neefthyari's World, tempat aku tuliskan segala yang mungkin tak dapat kuungkapkan secara lisan, diatas kesombongan dan keangkuhanku sebagai makhluk yang lemah. So...selamat tahun baru...pribadi yang baru...dan blog baru...