Kamis, November 12, 2009

Menuju Gerbang Kehidupan Yang Baru

Hmmm..udah lumayan lama aku nggak cuap-cuap di blog ini. Perhatian teralihkan oleh pesbuk kali ya... Dan yang pasti disibukkan dengan persiapan pernikahan.

Hihihi...yah...kurang lebih 3 bulan lagi aku akan menikah, menuju sebuah gerbang kehidupan yang baru, yang pasti penuh kejutan2 tak terduga, baik yang menebar tawa bahagia maupun tangis. Semoga saja yang ada tawa bahagia. Kalopun ada tangis, moga aku bisa melewatinya, bersamanya...dengan pasangan jiwaku.

Sejauh ini semua berjalan dengan lancar. Booking rias manten, gedung, cathering, souvenir, undangan, dan segala keperluan persiapan pernikahan yang melelahkan tapi juga membahagiakan. Dulu aku bertanya2 seperti apa sih rasanya mau nikah...dan sekarang aku bisa berkata : "Oww...begini tha rasanya mau nikah..."

Begitu banyak perbedaan antara aku dan calon suamiku, mengingat kami berasal dari latar belakang profesi yang jauh berbeda. Swasta dan Negeri, dunia Pendidikan dan Media...sungguh dua dunia yang tidak ada titik temunya. Perlu waktu dan proses untuk saling memahami dua visi dan latar belakang yang berbeda ini. Tak perlu menyamakan perbedaan, karena perbedaan itu bukan untuk disamakan, tapi hanya perlu dijalankan dengan beriringan...dan perbedaan itu akan menjadi indah pada waktunya...

9 Bulan...mungkin waktu yang cukup singkat untuk proses perkenalan hingga ke jenjang pernikahan. Tapi aku percaya, waktu pacaran yang lama pun belum tentu berujung ke pernikahan. Dan aku percayakan hidupku padanya, seseorang yang telah mengisi hidupku 6 bulan terakhir ini. Lelakiku, dimana aku tercipta dari tulang rusuknya... Moga langkah ini tepat adanya...

Kamis, Juni 18, 2009

hidup ini terasa indahnya...

Hmmm...indah rasanya ketika aku berjalan menuju pusara ibu bersama seseorang. Seseorang yang hampir mendekati sempurna di mata ibu dan memenuhi semua syarat yang ibu harapkan sebelum beliau meninggal. Semua syarat yang belum bisa aku penuhi ketika dulu ibu mengharapkan aku mewujudkannya. Tertunduk haru aku di kaki pusaranya, menghamburkan segala isak tangis yang tak dapat aku tahan lagi. Bukan tangisan kesedihan seperti yang dulu2, tapi sebuah tangisan lain, tangisan yang indah...

Aku tau, ibu berada disana, tersenyum memandangku. Andai saja aku dapat memeluknya, bersujud di kakinya, melihat beliau tersenyum dalam tangis harunya...mungkin kebahagiaan ini akan terasa lebih sempurna. Hanya saja, aku harus tetap berpihak pada kenyataan. Hanya doa yang bisa kuselipkan di sela isak tangisku.

Yah...aku kini memiliki kehidupan baru, orang-orang baru yang harus aku kenali, keluarga baru, bapak, ibu, mas, mbak, keponakan yang lucu2....dag dig dug rasanya ketika aku harus berhadapan dengan mereka. Ada ketakutan berkecamuk dalam hatiku. Jangan-jangan aku ditolak, jangan-jangan aku nggak direstui, jangan-jangan aku dicuekin, jangan-jangan...jangan-jangan...jangan-jangan...
Ahhh...itu hanya karena aku yang terlalu paranoid kali???!!! Nyatanya aku diterima dengan baik dan menyenangkan banget berada di tengah2 mereka. Alhamdulillah...lega rasanya.

Betapa indah hidup ini... Tapi selalu, tak ada yang sempurna di dunia. Selalu saja ada orang lain yang mengganggu, mengurangi keindahannya. Tapi tak mengapa, aku anggap itu sebagai ujian yang akan memper-erat hubungan ini. Akan aku jaga hati ini dari godaan-godaan itu. Kar'na aku telah temukan apa yang selama ini aku cari...

Senin, Mei 25, 2009

Kepada sebuah hati

Sungguh, baru aku sadari kadang cinta memang tak harus butuh waktu lama untuk merasa "u are the one" ataupun hanya untuk menemukan apa yang selama ini aku cari. Mungkin benar, seseorang baru akan mengerti apa arti bahagia jika dia pernah merasakan sakit & sedih. Kadang geli rasanya mengingat perkenalan yang begitu singkat tapi menghasilkan sebuah komitmen yang lebih erat dari perkenalan yang berbulan-bulan bahkan hitungan tahun.

Ku pikir ini akan butuh waktu lama, ku pikir aku hanya akan jadi boneka mainan baginya, ku pikir ini hanya sesaat lalu menguap seiring berjalannya waktu. Bahkan aku nggak berani berharap terlalu banyak darinya, kar'na aku nggak mau terlalu kecewa nantinya, seperti yang sudah-sudah.

Tapi ternyata aku salah. Aku tau dia bukan perayu, bukan pujangga, bukan pengumbar kata-kata romantis, tapi cukup dengan bukti. Melindungiku dengan caranya sendiri, dan membuatku merasa nyaman saat bersamanya. Bisa aku rasakan keseriusannya. Bahkan selama ini tak pernah terpikirkan olehku untuk ber-"sarimbit" ria dengan siapapun. Tapi dia, dengan tiba-tiba, tanpa ku duga, mengajakku ber-sarimbit. Oh my God...meleleh aku dibuatnya!!! Hmmm...mungkinkah ini adalah hikmah dari sakitku kemarin....?

Aku dan dia, masing-masing memang bukan yang pertama. Tapi aku harap ini akan jadi yang terakhir dan menjadi bab penutup dalam jilid demi jilid novel hidupku.

Kepada sebuah hati, selamat datang di hidupku, menjadi bagian dalam perjalanan langkah kaki ini untuk mencari sebentuk hati, tuliskan sebuah kisah dalam lembar demi lembar diary kehidupan. Bukan tentang aku, bukan pula tentang kamu, tapi tentang kita, tentang cinta kita....

Minggu, Mei 10, 2009

tiada yang salah dan dipersalahkan...

Waktunya bersenang-senang...happy happy, berlibur, menikmati deburan ombak yang berlomba di pantai, merayap berkecipuk ria di kakiku, seakan mengajakku bermain dan berkata "ayo, ke...ini waktunya menikmati kebebasanmu, bebas dari masalah-masalah yang membelenggumu, lupakan segala beban pikiranmu, teriaklah sepuasmu, tumpahkan segala galau yang ada, melebur dalam riuhnya angin dan hempasan gelombang pasang..."

Yah...lega rasanya bisa menikmati pantai, menghabiskan malam di jogja. Setelah semua masalah yang mendera hidupku, membuatku stres, hingga berujung "nginap" di PKU selama 2 hari. Huhh...betapa aku butuh refreshing...

Bukan salah siapa-siapa. Ga ada yang harus dipersalahkan atas sakitku. Entahlah, mungkin tubuh ini hanya ingin memberontak setelah tekanan demi tekanan yang aku rasakan, baik fisik maupun psikis. Baik pekerjaan maupun relationship. Tubuh ini hanya butuh refreshing, juga pikiranku. Aku benar-benar lelah atas apa yang terjadi pada hidupku akhir-akhir ini. Mungkin ini jalan yang terbaik, setidaknya bagiku, entah baginya...

Yang pasti, aku hanya ingin dia bahagia, denganku atau tanpaku...

Sabtu, April 25, 2009

Aku sedang mencari makna hidup...

Aku sedang mencari makna hidup....mencoba memahami bahwa tiada yang sempurna dalam hidup ini. Aku bisa memiliki segalanya yang aku mau. Pengen baju, tinggal beli. Pengen sepatu, tinggal gesek ATM, pengen jalan-jalan kemana aja..ga ada yang melarang. Serasa aku memiliki duniaku....

Tapi aku sadari, bahwa ada hal-hal tertentu dimana aku tak bisa mengatur bahwa semua bisa berjalan sesuai kehendakku. Tak selamanya apa yang aku pikir baik untuk orang lain adalah baik juga untuknya. Meski aku bersikeras, dari cara lembut, pelan-pelan, sampai marah-marah, pun tak dapat merubah jalan pikiran seseorang.

Aku lelah...

Mungkin hanya itu yang bisa aku ungkapkan. Diantara ke-tidakpastian kelanjutan masa depan hubunganku bersamanya. Diatas keraguan yang tak berujung. Atas nama kasih yang masih melekat erat dalam hatiku untuknya, aku putuskan mengundurkan diri sejenak dari hidupnya. Hanya ingin terlepas darinya, guna merenungkan kembali arah hubungan ini. Akankah dapat ku pertahankan, sampai kapan aku harus bertahan, dan bila tidak, kemana langkah lelah ini akan ku labuhkan...???

Senin, Maret 30, 2009

life must go on

Seminggu yang lalu, untuk terakhir kalinya...aku ketemuan sama dia. Seseorang dari masa laluku yang dulu pernah jadi bagian dalam hidupku. Tak seberapa lama aku bersua dengannya. Bagiku, tak lebih dari sekedar mmemberikan bingkisan kecil di H-1 pernikahannya. Tapi entah bagi dia... Mungkin dia masih berharap di pertemuan terakhir itu aku masih berkenan mengucapkan kata2 yang diharapkannya...

Seminggu yang lalu...dia duduk di depan penghulu, mengucapkan sebuah ikrar "saya terima nikahnya...dengan mas kawin...dibayar tunai". Sebuah ikrar atas nama Allah. Terlintas dalam pikirku, bagaimana jika namaku yang mengisi titik-titik itu. Akankah aku bahagia bersamanya...??? Akankah dia bahagia bersamaku..??? Ahh...tak taulah... Yang aku harapkan, kini dia bahagia bersama pasangan jiwanya.

Seminggu yang lalu...aku menangis tanpa tau sebabnya. Ikhlas aku lepaskan dia, tapi jauh di lubuk hati ini ada rasa terkhianati, meski aku yang lebih dulu meninggalkan dia. Entahlah...

Setangkup do'a aku panjatkan untuk nya, agar dia selalu bahagia disana dengan kehidupan barunya. Seiring dengan laju kereta yang membawaku kembali ke kotaku, aku menangis... sebuah tangisan bahagia...

Dalam senja aku termenung, melangkahkan kembali kaki-kaki kecilku yang rapuh. Tertatih, menatap hari esok yang akan menghampiriku, menghimpun secercah asa. Dan disana, seseorang telah menantiku, dengan sepasang mata teduh, sebuah pelukan hangat, kasih sayang dan perhatiannya yang seolah tiada berbatas.

And life must go on....

Sabtu, Maret 21, 2009

Oh mantan kekasihku....

Terkaget-kaget rasanya ketika aku dengar kabar bahwa mantan kekasihku akan menikah senin lusa. Berbagai rasa bercampur aduk di benakku.

Senang...karena akhirnya dia telah temukan pasangan jiwanya yang dia impikan. Yah...setelah sekian lama aku mengundurkan diri dari kehidupannya, kini dia mendapatkan seseorang yang pastinya jauh lebih baik dari aku. Siapa sih aku...hanya seorang gadis yang mungkin jauh dari kata sempurna.

Sedih...kenapa baru sekarang dia cerita kalo dia akan nikah, disaat pernikahannya kurang 1 minggu lagi. Atau mungkin aku yang harus sadar diri...siapa sih aku...apa hak aku untuk tau semua hal tentang dia. Masih mending dia mau cerita sama aku...meski mendadak. Juga sedih karena di hati kecilku merasa dikhianati karena dulu dia bilang bahwa cuma aku cewek satu-satunya yang dia cintai. Huhhhh....!!!

Lelah...dengan semua rayuannya yang dia katakan kepadaku, bahwa dia masih mencintaiku, bahwa dia belum bisa mencintai calon istrinya yang baru dikenalnya 3 bulan. Hellllooooo...dia seorang pria yang pernikahannya udah di depan mata. Bisa-bisanya dia masih meng-gombali aku, yang jelas-jelas cuma mantan!!!

Muak...dengan semua sifat childish dan keras kepalanya yang tidak berubah dari dulu hingga sekarang, bahkan disaat dia akan menikah. Semua sifat yang membuatku akhirnya mundur teratur dari kehidupannya. Aku sadar, sifat keras kepalaku tidak akan mungkin bisa bersanding dengan sifatnya yg juga sama kerasnya.

Yayaya...apapun perasaan yang berkecamuk di benakku, but life must go on... Aku percaya, suatu haripun aku akan mendapatkan sekeping hati, dan yang pasti jauh lebih baik dari dia.

Terbaik dari yang terbaik...

Jumat, Maret 06, 2009

Endapkan Laraku Sejenak...

Mungkin aku perlu mengingat kembali kapan terakhir aku sedih dan merasa hancur. Entahlah...aku bahkan sudah lupa kapan terakhir kali aku menangis. Tapi hari ini, saat ini, aku hanya ingin menangis, meski tanpa air mata.

Aku merasa sendiri, tiada seorangpun yg bisa aku sandarkan bebanku, seolah tiada satupun tempat untuk ku tuju.

Mungkin hidup memang tak mudah untuk dijalani. Kadang kenyataan terasa menusuk ulu hati seakan aku tak dapat hidup lebih lama lagi. Seakan semua menjauhiku...

Entahlah... Aku hanya ingin menyendiri. Hanya untuk endapkan laraku sejenak...

Selasa, Februari 03, 2009

My B'day...

Tak terasa 25 tahun sudah aku berpijak di bumi ini...dengan segala permasalahan yang mendera. kadang terjatuh, kadang tertatih, kadang menangis, dan kadang berbunga-bunga karena bahagia. Hmm...itulah hidup, dimana kadang aku dihadapkan pada suatu dilema dan tak tau harus memilih yang mana.

Beberapa orang mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Baik lewat sms, yahoo messenger, atau bahkan lewat cipika-cipiki. Tapi ada satu ucapan yang membuatku "mbrebes mili". Dari seseorang yang selama ini dekat tapi terasa jauh. Yaa...dialah bapakku. Orang yang mendidikku bersama ibuku hingga aku tumbuh sebesar ini. Aku tau pasti dia sangat menyayangiku, meski tak pernah terucapkan lewat kata-kata...meski disampaikan dengan cara yang nggak pernah 'nyambung' dengan pemikiranku.

Untuk semua yang telah dia berikan padaku, rasanya tak pernah cukup aku berterima kasih padanya. Dan yang pasti, meski tak pernah terucap olehku, tapi aku yakin Babe-ku pun pasti tau aku sangat menyayanginya, meski dengan caraku yang ( mungkin ) nggak 'nyambung' dengan pemikirannya...

"Teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu, buatku melambung
Disisimu terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi yang terbaik untukmu
Patuhi perintahmu, jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu, jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah, sampaikan sejuta sayangku untuknya
Tuk 'trus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah, betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan detik itu, kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana, basuh jiwaku membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang telah terlewati"

Selasa, Januari 20, 2009

It's a suck day !!!

Huuhhhh...it's a suck day!!! Udah kerjaan banyak, order mendadak butuh cepet, temen kerja ga kooperatif, diomelin, ada yang maksa2 janjian, tambah lagi ada temen yang super rese'2 ga penting gitu...capek dehhh...
Tapi ya... itulah hidup, yang nggak bisa diduga up & down nya. Hanya bisa dijalani, dengan senyuman...meski amarah rasanya sudah sampai di ubun-ubun...

Kamis, Januari 15, 2009

Jogjaholic, sekeping hati di bumi Merapi

"Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat.."


Kangen banget rasanya, pengen ke jogja. Mungkin udah 6 bulan lebih aku nggak kesana. Serasa ada suatu perasaan yang bergejolak menuntunku kesana. Ya...jogjakarta...kota yang penuh kenangan dalam hidupku. Betapa aku pernah merindukan seseorang yang ada disana,sekeping hati dibumi Merapi. Namun akhirnya harus aku tinggalkan dia karena perbedaan. Bukan karena perbedaan keyakinan, atau perbedaan status. Tapi karena perbedaan prinsip dan pemikiran.

Apa dan siapapun dia, aku tau dia masih sangat menginginkan ku kembali. Amarahnya ketika aku ceritakan tentang kekasihku sekarang, menunjukkan bahwa dia masih sangat menyayangiku. Tapi bagaimanapun juga, aku tak mungkin kembali padanya, dan dia bisa pahami itu...

Hanya saja kerinduan ini selalu hadir disela nafasku. Bukan lagi rindu padanya. Tapi rindu pada kenangan-kenanganku, pertama kalinya aku merasakan hidup di kos, merasakan susahnya cari uang, panas dan peluh aku rasakan, tangisanku yang meng-anak sungai di sepanjang perjalanan Jogja - Solo. Disana...ya...diatas sebuah kereta yang bernama PRAMEX. Juga kerinduanku pada nafas kota Jogja yang tak pernah mati.

Andai aku bisa menghabiskan waktu semalam saja disana, hanya untuk mengais sisa-sisa kenanganku, menelusuri jalan-jalan berdebu, diantara lampu-lampu kota Malioboro, makan di warung hick, naik Cobutri dari Wirobrajan ke Pasar Kembang, yang kemudian disambung dengan PRAMEX ke Solo...

Uhf...sesak di dada..!!!

Rabu, Januari 14, 2009

Kampusku, Kenanganku

Barusan pulang dari event kantor. Tak seperti biasanya event bertempat di lokasi yang tidak aku kenal. Tapi tadi, event di FISIP UNS, tempat dimana aku pernah habiskan waktuku selama 5 tahun disana untuk menimba ilmu dan segala suka-duka jadi anak kampus.

Kebetulan aku ketemu 2 orang temanku. Yang satunya baru akan memulai skripsi. Oh my god...!!! Helllllllooooooo....hari gini baru mau ngerjain skripsi...??? It's so last year...!! November 2005 aku sudah memulai skripsiku, sedangkan temanku...entahlah...apa hidup mereka terlalu santai kali ya...

Skripsiku waktu itu juga nggak semulus yang dibayangkan. Sempat bentrok sama dosen, yang akhirnya aku harus ganti ke dosen yang lain. Yah...dari pada aku harus ganti judul skripsi yang udah aku kerjakan sampai bab III, mendingan ganti dosen ajah...

Kalo dipikir-pikir, aku juga bukan mahasiswa brilian yang punya IP cumlaude. Bukan juga aktifis kampus yang gaul ikut UKM sana-sini. Saat itupun aku tak tau bagaimana harus memulai skripsi, buang2 waktu cuma untuk nunggu konsultasi dengan dosen, bahkan harus nangis2 ketika skripsiku "dibantai" pembimbingku. Tapi toh semua itu bisa terlewati, karena hanya ada satu hal yang bernama NIAT.

Yah...mungkin karena niat itu juga yang akhirnya membuatku bisa lulus duluan daripada teman-teman seangkatanku, meski akhirnya sempat nganggur 9 bulan juga. Hehe...
Niat itupun tumbuh karena adanya suatu dorongan, keinginan yang muncul atas harapan terakhir ibuku sebelum menemui ajalnya. Saat kondisinya kritis, dia sempat berkata padaku "Moga ibu bisa datang saat kamu wisuda September tahun depan ya dik..."

Dari situ aku berjanji akan mewujudkan harapan terakhir ibuku. Meski beliau tak mendampingiku saat wisuda, tapi aku yakin dia tersenyum ketika melihatku "Memakai baju toga"....

Senin, Januari 12, 2009

Tentang Ikhlas

Istri yang engkau nikahi tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setakwa Aisyah, tidaklah setabah Fathimah
Justru istri hanyalah wanita akhir jaman
Yang mempunyai cita-cita menjadi shalihah
Karena memiliki istri yang tidak sehebat siapapun
Justru kamu akan tersentak dari alpa

Kamu bukanlah Rasulullah
Pun bukan Ali Bin Abi Thalib
Kamu hanyalah suami akhir jaman
Yang berusaha soleh

Terbersit sedikit ketakutan untuk menikah saat aku membaca dan mencoba memahami rangkaian kalimat diatas. Aku takut, lebih tepatnya belum merasa siap lahir batin untuk menjadi istri, dengan segala tanggung jawabnya. Terlebih lagi aku harus mikir kebutuhan hidup, melayani suami, ikhlas menerima semua kekurangannya, meredam amarah ku yang menggebu-gebu, bla...bla...bla...

Huhh...kenapa aku jadi paraniod gini ya... Padahal 2-3 tahun kemaren aku berpikir pengen cepat-cepat nikah. Apakah itu hanya gejolak kawula muda saja... Sedangkan kini semakin tua aku semakin takut untuk menuju ke arah itu. Apakah ini syndrom wanita yang bekerja...??? Apakah ini juga yang dirasakan oleh mereka para wanita karier yang biasanya belum juga menikah demi mengejar karier hingga mereka disebut "Perawan Tua"???? Apakah tujuan menikah hanya karena takut dijuluki Perawan Tua???

Ya..ya...ya..sungguh tidak adil pola pikir masyarakat kita terhadap Wanita. Ketika seorang pria berumur belum juga menikah, tidak ada justifikasi negatif terhadap mereka. Tapi ketika wanita berumur belum juga menikah...bisa dipastikan jadi bahan rumpian ibu-ibu PKK.

Bukankah menikah itu juga butuh "timing" yang tepat, yaitu ketika kita sudah menemukan seseorang yang "Klik", yang disebut JODOH....??!!!!!

Rabu, Januari 07, 2009

Rinduku Pada Ibunda...

Baru saja, aku terima sms dari sahabatku yang curhat sama aku, kangen almarhumah ibunya. Sesaat aku terdiam. Kalo biasanya tiap dia curhat apapun masalahnya, aku selalu berusaha untuk memberikan advice atau sekedar wejangan2 singkat untuk menenangkan hatinya. Tapi kalo dia curhat tentang kerinduannya pada ibunya, serasa aku kehilangan "kata2 gombal" untuk menghiburnya. Secara tadi malam akupun "mbrebes mili" karena kangen ibuku.

Tanpa terasa 3 tahun 4 bulan sudah ibuku meninggalkanku, menemui "Sang Maha". Saat itu tak setetes pun air mata membasahi pipiku. Entah...mungkin aku ikhlas melepas kepergiannya. Mungkin itu jalan yang terbaik untuknya, daripada harus menahan rasa sakitnya yang semakin akut.

Setahun lebih ibuku sakit. Dan selama itu juga aku merawatnya. Melihatnya muntah darah, berak darah, perut membuncit penuh dengan cairan yang aku sendiri tak tau dari mana asalnya. Ya...aku memang orang awam yang tak mengerti tentang kedokteran. Yang aku tau, ibuku tidak dalam kondisi baik-baik saja. Aku tau, aku pernah membuat ibuku kecewa, mungkin memperparah kondisinya hingga di akhir hayatnya.

Mungkin karena itu juga aku tak diijinkannya untuk mendampinginya saat beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Andai aku tau sore itu ibuku akan meninggal, mungkin waktu itu aku tidak akan meninggalkan rumah sakit dan pulang ke rumah. Akan aku tunggui dia hingga detik-detik terakhirnya. Sangat menyesakkan...aku yang setahun lebih merawatnya, tapi tidak bisa mengantarnya ketika maut menjemputnya. Apakah ibuku tidak menghendaki aku mendampinginya, atau kah dia tidak ingin aku sedih melihat kepergiannya...??? Entahlah... yang pasti aku berharap ibuku sudah tenang disana, disisi-Nya...

Ibu...satu hal yang aku sesalkan adalah aku belum sempat membahagiakanmu, membelikanmu barang-barang yang kau sukai, belum sempat melihat kami anak-anakmu berhasil. Padahal kau telah menghabiskan hidupmu untuk merawat aku dan mas tuhu, bekerja keras agar kami dapat kuliah dan menjadi "Orang". Kini saat kau tinggal memetik hasilnya, kau malah pergi mendahului kami.

Ya...ya...ya...meninggalkan dan ditinggalkan adalah suatu hal yang pasti, it's just the matter of time. Akan aku ingat selalu pesan terakhirmu Ibu... Meski aku tidak tiap minggu berziarah ke makammu, tapi yang pasti kau selalu bersemayam disini, di hatiku...

Rabu, Januari 07, 2009

Resolusi 2009

Rasanya belum terlambat kalo aku menuliskan resolusiku di tahun 2009 ini. Secara, baru 1 minggu ini, masih anget-angetnya. Well, kita flashback dulu apa yang terjadi di 2008. Banyak sekali hal yang terjadi di tahun 2008 yang membuat perubahan besar dalam hidupku.

Ya...konflik batin yang terjadi dalam diriku membuat aku memberontak, hingga memutuskan untuk hidup mandiri. Di kamar kos yang awalnya hanya berukuran 3 x 3 meter, mau mandi saja harus ngantri, makan harus cari sendiri, nyuci-setrika baju sendiri, sakit dirasakan sendiri, kasur yang rasanya nggak ada empuk-empuknya, dan langit-langit lamar yang tidak ada plafon nya. Sungguh kontras dengan keadaanku di rumah yang serba ada, spring bed yang empuk, pembantu yang siap cuci-setrika bajuku tiap saat, mau makan tinggal ke ruang makan, dan kamar yang berplafon.

Sempat aku geli dengan diriku sendiri. Saat itu hari pertamaku di kos. Pagi jam 8 aku bersiap untuk mandi dan berangkat kerja. Aku dengar kamar sebelah udah pada ribut rebutan mandi. Aku yang biasanya dirumah punya kamar mandi yang aku pakai sendiri, santai-santai aja waktu mau mandi, belum tau gimana kondisi kos. Dikos sangat kontras, hanya ada 2 kamar mandi, itupun dipakai untuk 14 kamar penghuninya. Sebagai "anak baru" di kos aku juga ga berani menyerobot para "senior". Aku menunggu sampai beberapa waktu sampai mepet jam kerjaku. Wal hasil...aku berangkat kerja tanpa mandi !!! Huehehehe...apa boleh buat... dari pada aku kena SP gara-gara terlambat absen, toh juga ga ada yang tau aku ga mandi hari itu... Itulah pertama kali dalam hidupku aku ga mandi sebelum berangkat kerja. Dan keesokannya, untuk pertama kalinya juga aku mandi jam 5 pagi...dari pada ga mandi lagi kaya kemaren nya.

Yah...itu tadi segelintir kekonyolan yang pernah aku alami. Tapi aku sekarang pindah ke kos yang lebih luas, lebih nyaman, lebih enak, dan pastinya lebih mahal. Uhf...pusing juga mikir bayar kos. Tapi ga apa-apa lah...aku rasa itu harga sebuah kenyamanan. Ya...ketika kita sudah tidak merasa nyaman di suatu tempat, pasti kita akan mencari sesuatu yang lebih nyaman sekalipun itu mahal dan harus berpusing-pusing menyisakan uang lebih banyak hanya untuk bayar kos.

Hal yang tidak tercapai di 2008 aku harap bisa tercapai di tahun ini. Sejak aku umur 20 tahun, aku berharap bisa nikah di tgl 8 agustus 2008. Karena selain tanggal cantik, tapi juga buat aku memiliki filosofi yang bagus...080808 angka yang tak pernah putus, begitu juga harapan setiap orang dalam pernikahannya. Tapi nyatanya target itu belum bisa tercapai, jadi ya harus nunggu.

Well...resolusi 2009....

Ga muluk-muluk...aku pengen bisa nabung. Hmmm...mungkin harapanku untuk menikah tahun ini aku kendorkan. Mungkin lebih baik aku nabung dulu kali ya...untuk biaya nikah di tahun 2010. Tapi kalo aku dipertemukan dengan jodohku dan harus maried tahun ini, ya...yuuukkkk aja!!! Tahun ini aku juga berharap karierku meningkat. Pengennya sih jadi PNS. Tapi karena kemarin gagal ikut CPNS, ya udah berharap tahun ini bisa lolos. At least, di tempat kerjaku sekarang udah lumayanlah...aku juga udah diangkat karyawan tetap meski kadang agak ketir-ketir juga. Let it flow lah...

Tahun ini juga aku pengen bisa memperbaiki hubunganku dengan keluarga. Mungkin tahun kemaren penuh dengan konflik, aku harap tahun ini aku bisa lebih bersahabat dengan babe dan istrinya. Hihi...mungkin sedikit geli mendengar kata "istrinya bapak". Yah...lagi-lagi egoku terlalu besar untuk memanggilnya "ibu" atau paling tidak "ibu tiri". Tidak ada yang salah dengan "istrinya bapak" itu. Dia baik dan jauh dari kesan sadis yang selama ini di kisahkan di sinetron-sinetron itu. Hanya saja aku sampai detik ini belum bisa menerima dia sebagai ibuku, meski hanya ibu tiri. Yang bisa aku terima hanyalah...dia istri bapakku...

Tapi aku tau, tak ada kata terlambat untuk memulai suatu hubungan yang baik. Yah...moga di tahun ini aku bisa mewujudkan resolusiku....

Selasa, Januari 06, 2009

Wellcome to Neefthyari's World...

Selamat datang di duniaku, dunia yang penuh liku, pengalaman pahit, manis, gelak tawa, kekonyolanku, hingga cucuran air mata...
Inilah duniaku, Neefthyari's World, tempat aku tuliskan segala yang mungkin tak dapat kuungkapkan secara lisan, diatas kesombongan dan keangkuhanku sebagai makhluk yang lemah. So...selamat tahun baru...pribadi yang baru...dan blog baru...